Senin, 18 Juni 2018

TUGAS 7: BAGIAN PENDAHULUAN, PENGEMBANGAN ISI, ANALISIS DATA, PEMBAHASAN, DAN PENUTUP


TUGAS 7
(Jum’at, 04 Mei 2018)
Nama             : Muhammad Yusuf Alwi
NIM               : E1B015031
E-mail            : yusufalwi24@gmail.com
No. Hp.          : 082340493210
BAGIAN PENDAHULUAN, PENGEMBANGAN ISI,  ANALISIS DATA, PEMBAHASAN, DAN PENUTUP
A.      Bagian Pendahuluan
Pendahuluan selalu dapat kita temukan di setiap makalah. Kata pendahuluan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai makna (1) sesuatu yang mula-mula dilakukan; permulaan; (2) pembukaan atau kata pengantar dari sebuah pidato (buku, karangan dan sebagainya). Pendahuluan tersebut bisa dikatakan sebagai undangan yang ditujukan kepada para pembaca agar tertarik untuk membaca lebih jauh tentang isi keseluruhan karya tersebut. Pendahuluan terdapat pada bab pertama dari suatu karya tulis, pada bab ini berisi alasan-alasan atau latar belakang diadakannya penelitian tersebut. Jadi ada beberapa bagian yang termuat dalam bab contoh pendahuluan antara lain adalah sebagai berikut :
1.         Latar belakang masalah, merupakan serangkaian informasi yang berhubungan denga timbulnya masalah yang diteliti. Pokok permasalahan yang menarik atau yang sedang ramai dibicarakan dapat memiliki daya tarik tersendiri daripada dengan pengangkatan permasalahan yang sudah tidak hangat dibicarakan. Dalam latar belakang dapat ditambahkan kalimat-kalimat retoris untuk mengantar pembaca ke pokok permasalahan yang diangkat, dapat pula dicantumkan slogan, ungkapan atau kutipan yang selanjutnya akan dihubungkan dengan tema yang diangkat.
2.         Rumusan masalah, merupakan pernyataan tersurat tentang hal-hal yang akan dicari jawabannya dengan adanya penelitian tersebut.
3.         Tujuan diadakannya penelitian, pada sub bab ini diungkapkan tujuan yang akan dicapai dengan dilakukannya penelitian tersebut.
Berikut adalah salah satu contoh pendahuluan. Contoh pendahuluan ini adalah karya dari M. Suteja tentang Bahaya Narkoba.
BAB I PENDAHULUAN
1.         Latar Belakang Masalah
Bahaya narkoba atau narkotika telah diketahui secara luas. Namun, masih saja banyak yang doyan menikmati barang laknat itu. Kali ini eL-Ka, menguraikan apa saja yang termasuk dalam golongan narkoba dan bahayanya. Agar kita semua menghindarinya.
Mitra muda, tak dapat dipungkiri bahwa narkoba merupakan wabah paling berbahaya yang menjangkiti manusia di seluruh pelosok bumi. Tidak diragukan lagi, bahwa kelemahan iman dan ketidakbersimpuhan kepada Allah dalam segala kesulitan merupakan faktor terpenting yang mengkondusifkan kecanduan narkoba.
Manusia yang taat beragama pasti akan jauh dari neraka narkoba. Tidak mungkin dia akan mengulurkan tangannya pada narkoba, baik membeli, mengedarkan, maupun menyelundupkannya. Sebab, jalan narkoba adalah jalan setan dan jalan Allah tidak mungkin bertemu dengan jalan setan.
Bahaya bagi pelajar
Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar-red) adalah sebagai berikut:
a.         Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
b.        Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
c.         Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
d.        Sering menguap, mengantuk dan malas,
e.         Tidak memedulikan kesehatan diri,
f.         Suka mencuri untuk membeli narkoba.
2.         Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, masalah-masalah yang muncul dapat diidentifikasi sebagai berikut:
a.         Banyaknya masyarakat belum mengetahui bahayanya narkoba.
b.        Banyaknya masyarakat belum memiliki pemahaman tentang bahaya narkoba.
c.         Banyaknya masyarakat belum memiliki konsep hidup sehat.
3.         Tujuan
Penulisan karya tulis ini bertujuan:
a.         Agar banyak masyarakat dapat mengetahui bahayanya narkoba.
b.        Agar banyak masyarakat dapat mengetahui pemahaman tentang bahaya narkoba.
c.         Agar banyak masyarakat memiliki konsep hidup sehat.
B.       Pengembangan Isi
1.         Teknik apengembangan Paragraf Karya Tulis dari Umum ke khusus
Teknik pengembangan ini dapat dianggap sebagai teknik yang paling lazim dalam pengembangannya paragraph karya tulis. Dalam paragraph-paragraf yang sifatnya deskriptif dan argumentative, bahkan termasuk pula yang sifatnya ekspositoris, hamper selalu teknik pengembangan yang digunakan adalah teknik pengenbangan pikiran dari alur umum ke khusus.
2.         Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dari Khusus ke Umum
Paragraf dalam karya tulis ini memungkinkan memiliki alur pemikirankhusus ke umum. Artinya, pokok pikiran dalam paragraph karya tulis tersebut dikembangkan dengan mengikuti alur pemikiran induktif demikian itu. Paragraf yang demikian bermula dari perincian-perincian dan uraian-uraian, dan akhirnya bermuara pada kalimat yang berisi gagasan pokok pada akhir paragraf. Paragraf yang menggunakan teknik pengembangan khusus ke umum lazimnya di akhiri dengan kalimat yang bersifat menyimpulkan.
3.         Teknik Pengembangan Paragraf karya Tulis dari Sebab ke Akibat
Teknik pengembangan paragraph yang menggunakan alur dari sebab ke akibat menempatkan unsure sebab sebagai kalimat pokoknya, dan unsure akibat sebagai kalimat-kalimat penjelasnya. Dengan perkataan lain, perincian-perincian pada paragraph karya tulis itulah yang merupakan akibatnya. Jika dilihat dari alur pikirnya paragraph yang demikian itu lazimnya bersifat deduktif.
4.         Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dari Akibat ke sebab
Teknik pengembangan paragraph ini disampaikan dari akibat menuju sebab. Artinya, kalimat yang menjadi akibatlah yang hadir sebagai kalimat pokok dalam paragraph karya tulis itu, sedangkan kalimat-kalimat selanjutnya yang menjadi penjelas merupakan sebab-sebabnya. Jadi alur piker deduktif pun diterapkan di dalam penyusunan paragraph karya tulis dengan teknik pengembangan akibat-sebab ini.
5.         Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Pembandingan
Paragraf karya tulis yang dikembangkan dengan teknik pengembangan perbandingan dilakukan dengan cara mengidentifikasi kesamaan-kesamaan dari sejumlah entitas. Adapun yang dipersamakan itu adalah entitas-entitas yang sifatnya sejajar atau sebanding.
6.         Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Pemertentangan
Paragraf yang dikembangkan dengan menerapkan teknik pemertentangan berbeda sekali dengan teknik perbandingan. Di dalam teknik pemertentangan tersebut, ide-ide dalam paragraph karya tulis itu dicermati perbedaan-perbedaannya, bukan persamaannya.
7.         Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Analogi
Paragraf karya tulis yang demikian ini lazimnya digunakan untuk membandingkan atau mempertentangkan hal-hal yang sifatnya umum, hal-hal yang sudah banyak diketahui masyarakat, dengan hal-hal yang sifatnya khusus, hal-hal yang belum diketahui publik.
8.         Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Pemberian Contoh
Paragraf karya tulis juga lazim dikembangkan dengan model pemberian contoh. Contoh atau missal atau mungkin pula sampel itu dilakukan untuk memberikan bukti konkret dari sebuah generalisasi yang sifatnya sering abstrak. Sesuatu yang sifatnya umum hamper pasti memerlukan contoh nyata untuk memperjelas atau menguraikannya.
9.         Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Pemberian Definisi
Definisi dapat dipahami sebagai uraian atau penjabaran pengertian. Dengan demikian di dalam paragraph karya tulis tersebut ditampilkan uraian pengertian tertentu untuk memperjelas kekaburan atau ketidakjelasan sebuah konsep.
10.     Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Pemerincian
Paragraf karya tulis yang dikembangkan dengan teknik pemerincian itu dilakukan dengan cara memerinci gagasan pokok yang terdapat di dalam paragraph karya tulis itu. Semakin jelas perincian itu, akan semakin sempurnalah paragraph karya tulis itu.
11.     Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan pembuktian
Paragraf karya tulis dapat dikembangkan dengan menerapkan teknik pengembangan pembuktian. Maksudnya, di dalam paragraph karya tulis itu diberikan banyak fakta sebagai bukti atas pernyataan umum yang hadir pada awal paragraph itu.
12.     Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Eksplanasi
Gagasan pokok lazimnya ditempatka di awal paragraf dalam bentuk kalimat pokok atau kalimat utamanya. Lazim pula kalimat pokok tersebut hadir setelah kalimat transisional yang hadir di bagian paling awal.
13.     Teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis dengan Pertanyaan
Paragraf karya tulis sangat mudah dikembangkan dengan model pertanyaan. Lazimnya, rumusan pertanyaan itu ditempatkan di awal paragraph karya tulis sebagai kalimat pokoknya. Kemudian kalimat-kalimat yang hadir berikutnya adalah kalimat-kalimat yang merupakan upaya-upaya menjawab pertanyaan yang dijadikan kalimat pokok tersebut.

C.      Analisis Data
1.         Pengertian analisis data
Analisis data adalah upaya atau cara untuk mengolah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut bisa dipahami dan bermanfaat untuk solusi permasalahan, tertutama masalah yang berkaitan dengan penelitian. Atau definisi lain dari analisis data yaitu kegiatan yang dilakukan untuk menubah data hasil dari penelitian menjadi informasi yang nantinya bisa dipergunakan dalam mengambil kesimpulan.
2.         Langkah-langkah analisis data
Adapun langkah-langkah dalam analisis data, yang diantaranya sebagai berikut ini:
a.         Yang pertama, tahap pengumpulan data.
b.        Yang kedua, tahap editing. Pada tahap ini yaitu memeriksa kejelasan maupun kelengkapan mengenai pengisian instrumen pengumpulan data.
c.         Yang ketiga, tahap koding. Maksudnya pada tahap ini melakukan proses identifikasi dan proses klasifikasi dari tiap-tiap pernyataan yang terdapat pada instrumen pengumpulan data berdasarkan variabel yang sedang diteliti.
d.        Yang keempat, Tahap tabulasi. Melakukan kegiatan mencatat ataupun entri data kedalam tebel-tabel induk dalam penelitian.
e.         Yang kelima, Tahap pengujian. Pada tahapan ini data akan diuji kualitasnya yaitu menguji validitas maupun realiabilitas instrumen dari pengumpulan data.
f.         Yang keenam, tahap mendeskripsikan data. Menyajikan dalam bentuk tabel frekuensi ataupun diagram dan dalam berbagai macam ukuran tendensi sentral maupun ukuran dispersi. Dengan tujuan untuk memahami karakteristik data sampel dari penelitian tersebut.
g.        Tahap pengujian hipotesis. Tahap ini merupakan tahapan pengujian terhadap proposisi apakah ditolak atau bisa diterima dan memiliki makna atau tidak, atas dasar hipotesis inilah nantinya keputusan akan dibuat.
D.      Pembahasan
Bagian pembahasan merupakan bagian paling penting dan merupakan bagian yang selalu dicermati oleh penilai. Dari bagian inilah dapat diketahui gagasan penulis dalam memecahkan masalah yang dikemukakan pada latar belakang masalah. Bagian pembahasan merupakan hasil analisis penelitian dari data-data yang telah diperoleh dan dibahas secara terperinci dan sistematis. Isi pembahasan tidak boleh menyimpang dan harus dilandari teori-teori tang sudah dikutip. Semakin banyak dan runtut pembahasan , penilai langsung terkesan bahwa karya ini baik dan dapat diterima.

E.       Penutup
Bagian pentup daris sebuah karya tulis ilmiah terdiri dari kesimpulan dan saran.
1.         Kesimpulan haruslah menjawab rumusan masalah dan tujuan penulisan. Bagian ini menjelaskan simpulan yang telah siperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan dan merupakan gambaran umum seluruh analisa dan relevansi dengan hipotesis yang dikemukakan.
2.         Saran berisi saran penulis kepada pihak-pihak yang terkait dengan tema penelitian dan menjawab dari kesimpulan yang dikemukakan.

Sumber Pustaka
Hermawan, wawan dkk.2012.Bahasa Indonesia Berbasis Kepenulisan Karya Ilmiah dan jurnal. CV Thursina: Bandung.
http://www.pengertianku.net/2015/09/pengertian-analisis-data-dan-tujuannya.html


TUGAS 7: MENGOLAH DAN MENGANALISIS DATA PENELITIAN


TUGAS 7
(Rabu, 02 Mei 2018)
Nama             : Muhammad Yusuf Alwi
NIM               : E1B015031
E-mail            : yusufalwi24@gmail.com
No. Hp.          : 082340493210         
MENGOLAH DAN MENGANALISIS DATA PENELITIAN
A.    Mengolah Data Penelitian
1.      Pengertian pengolahan data penelitian
Pengolahan data merupakan bagian yang amat penting dalam metode ilmiah, karena dengan pengolahan data, data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Data mentah yang telah dikumpulkan perlu dipecah-pecahkan dalam kelompok-kelompok, diadakan kategorisasi, dilakukan manipulasi serta diperas sedemikian rupa sehingga data tersebut mempunyai makna untuk menjawab masalah dan bermanfaat untuk menguji hipotesa atau pertanyaan penelitian.
Pengolahan data secara sederhana diartikan sebagai proses mengartikan data-data lapangan sesuai dengan tujuan, rancangan, dan sifat penelitian. Misalnya dalam rancangan penelitian kuantitatif, maka angka-angka yang diperoleh melalui alat pengumpul data tersebut harus diolah secara kuantitatif, baik melalui pengolahan statistik inferensial maupun statistik deskriptif. Lain halnya dalam rancangan penelitian kualitatif, maka pengolahan data menggunakan teknik non statitistik, mengingat data-data lapangan diperoleh dalam bentuk narasi atau kata-kata, bukan angka-angka. Mengingat data lapangan disajikan dalam bentuk narasi kata-kata, maka pengolahan datanya tidak bisa dikuantifikasikan.
2.      Langkah-langkah pengolahan data
a.       Penyusunan data
Data yang sudah ada perlu dikumpulkan semua agar mudah untuk mengecek apakah semua data yang dibutuhkan sudah terekap semua. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis penelitian. Penyusunan data harus dipilih data yang ada hubungannya dengan penelitian, dan benar-benar otentik. Adapun data yang diambil melalui wawancara harus dipisahkan antara pendapat responden dan pendapat interviwer.
b.      Klasifikasi data
Klasifikasi data merupakan usaha menggolongkan, mengelompokkan, dan memilah data berdasarkan pada klasifikasi tertentu yang telah dibuat dan ditentukan oleh peneliti. Keuntungan klasifikasi data ini adalah untuk memudahkan pengujian hipotesis.
c.       Pengolahan data
Pengolahan data dilakukan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Hipotesis yang akan diuji harus berkaitan dan berhubungan dengan permasalahan yang akan diajukan. Semua jenis penelitian tidak harus berhipotesis akan tetapi semua jenis penelitian wajib merumuskan masalahnya, sedangkan penelitian yang menggunakan hipotesis adalah metode eksperimen. Jenis data akan menentukan apakah peneliti akan menggunakan teknik kualitatif atau kuantitatif. Data kualitatif diolah dengan menggunakan teknik statistika baik statistika non parametrik maupun statistika parametrik. Statistika non parametrik tidak menguji parameter populasi akan tetapi yang diuji adalah distribusi yang menggunakan asumsi bahwa data yang akan dianalisis tidak terikat dengan adanya distribusi normal atau tidak harus berdistribusi normal dan data yang banyak digunakan untuk statistika non parametrik adalah data nominal atau data ordinal.
d.      Interpretasi hasil pengolahan data
Tahap ini menerangkan setelah peneliti menyelesaikan analisis datanya dengan cermat. Kemudian langkah selanjutnya peneliti menginterpretasikan hasil analisis akhirnya peneliti menarik suatu kesimpulan yang berisikan intisari dari seluruh rangkaian kegiatan penelitian dan membuat rekomendasinya. Menginterpretasikan hasil analisis perlu diperhatikan hal-hal antara lain: interpretasi tidak melenceng dari hasil analisis, interpretasi harus masih dalam batas kerangka penelitian, dan secara etis peneliti rela mengemukakan kesulitan dan hambatan-hambatan sewaktu dalam penelitian.
B.     Menganalisis Data Penelitian
1.      Pengertian analisis data
Analisis data adalah upaya atau cara untuk mengolah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut bisa dipahami dan bermanfaat untuk solusi permasalahan, tertutama masalah yang berkaitan dengan penelitian. Atau definisi lain dari analisis data yaitu kegiatan yang dilakukan untuk menubah data hasil dari penelitian menjadi informasi yang nantinya bisa dipergunakan dalam mengambil kesimpulan.
2.      Langkah-langkah analisis data
Adapun langkah-langkah dalam analisis data, yang diantaranya sebagai berikut ini:
a.    Yang pertama, tahap pengumpulan data.
b.    Yang kedua, tahap editing. Pada tahap ini yaitu memeriksa kejelasan maupun kelengkapan mengenai pengisian instrumen pengumpulan data.
c.    Yang ketiga, tahap koding. Maksudnya pada tahap ini melakukan proses identifikasi dan proses klasifikasi dari tiap-tiap pernyataan yang terdapat pada instrumen pengumpulan data berdasarkan variabel yang sedang diteliti.
d.   Yang keempat, Tahap tabulasi. Melakukan kegiatan mencatat ataupun entri data kedalam tebel-tabel induk dalam penelitian.
e.    Yang kelima, Tahap pengujian. Pada tahapan ini data akan diuji kualitasnya yaitu menguji validitas maupun realiabilitas instrumen dari pengumpulan data.
f.     Yang keenam, tahap mendeskripsikan data. Menyajikan dalam bentuk tabel frekuensi ataupun diagram dan dalam berbagai macam ukuran tendensi sentral maupun ukuran dispersi. Dengan tujuan untuk memahami karakteristik data sampel dari penelitian tersebut.
g.    Tahap pengujian hipotesis. Tahap ini merupakan tahapan pengujian terhadap proposisi apakah ditolak atau bisa diterima dan memiliki makna atau tidak, atas dasar hipotesis inilah nantinya keputusan akan dibuat.

Sumber Pustaka
Hadi, Amirul dan Haryono. 1998. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung:Pustaka Setia.
http://www.pengertianku.net/2015/09/pengertian-analisis-data-dan-tujuannya.html

TUGAS 6: ABSTRAK, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR, DAN DAFTAR LAMPIRAN


TUGAS 6
(Jum’at, 20 April 2018)
Nama             : Muhammad Yusuf Alwi
NIM               : E1B015031
E-mail            : yusufalwi24@gmail.com
No. Hp.          : 082340493210
ABSTRAK, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR, DAN DAFTAR LAMPIRAN
A.      Abstrak
1.         Pengertian Abstrak
Secara umum, abstrak merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang tidak ada wujudnya. Produk abstrak (dunia ekonomi) misalnya, merupakan produk-produk yang tidak memiliki wujud sama sekali seperti salah satunya adalah produk jasa.
Dalam dunia penelitian sendiri, pengertian abstrak adalah tulisan singkat yang berisi gambaran secara menyeluruh mengenai aktivitas / kegiatan penelitian yang dilakukan. Abstrak biasanya diletakkan di bagian awal sebuah karya ilmiah atau pun laporan hasil penelitian sebagai informasi awalan bagi para pembaca.
Abstrak biasanya dibuat dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris (bahasa general) dan bahasa ibu tempat laporan penelitian atau pun karya ilmiah tersebut dibuat. Penggunaan dua bahasa ini dimaksudkan agar karya ilmiah atau pun laporan penelitian dapat digunakan baik oleh orang-orang yang berasal dari negara tempat laporan penelitian tersebut dibuat, maupun oleh orang-orang yang berasal dari negara di luar tempat laporan penelitian tersebut dibuat.
2.         Fungsi Abstrak
a.         Komponen Utama Laporan Hasil Penelitian
Dalam setiap laporan hasil penelitian, abstrak berfungsi sebagai salah satu komponen yang harus ada di bagian awal laporan hasil penelitian. Tanpa keberadaan abstrak, sebuah laporan hasil penelitian menjadi tidak lengkap sehingga sulit lebih sulit untuk dipelajari.
b.        Gambaran Umum Mengenai Isi Laporan Penelitian
Fungsi abstrak dalam penelitian yang kedua adalah sebagai gambaran umum mengenai isi laporan penelitian. Seperti yang telah dijelaskan di atas, abstrak merupakan tulisan singkat yang isinya adalah gambaran umum mengenai isi laporan penelitian. Tanpa abstrak, sebuah laporan penelitian menjadi lebih sulit untuk dipelajari (untuk mempelajarinya harus melihat seluruh bagian isi laporan penelitian terlebih dahulu).
c.         Bahan Pertimbangan bagi Pembaca
Fungsi abstrak yang ketiga adalah sebagai bahan pertimbangan bagi para pembaca laporan penelitian. Sebelum membaca keseluruhan isi, pembaca laporan penelitian dapat membaca abstrak terlebih dahulu untuk mengetahui apakan isi atau pun bahasan laporan penelitian sesuai atau tidak dengan apa yang dicari oleh pembaca.
CONTOH ABSTRAK
ABSTRAK
PENGEMBANGAN MODUL PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN DALAM
PELAKSANAAN BIMBINGAN PRIBADI BAGI SISWA
KELAS X DI SMA TIGA MARET (GAMA) YOGYAKARTA
Oleh:
Sulistyo Wahyuni
031224001
          Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pengembangan kepribadian bagi siswa kelas X sebagai media dalam pelaksanaan layanan bimbingan pribadi di SMA Tiga Maret (GAMA) Yogyakarta. Modul pengembangan kepribadian tersebut untuk memudahkan siswa dalam pembelajaran tentang pengembangan kepribadian.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan dengan mengacu pada pendapat Borg & Gall. Produk yang dikembangkan berdasarkan penelitian awal adalah modul pengembangan kepribadian bagi siswa kelas X yang berisi materi-materi pemahaman diri, percaya diri dan tanggungjawab. Subjek uji coba dalam penelitian pengembangan ini adalah subjek ahli, yaitu ahli materi bimbingan pribadi, ahli media pembelajaran dan guru pembimbing, serta subjek siswa kelas X SMA GAMA Yogyakarta sebagai calon pengguna produk. Penentuan subjek tersebut dilakukan dengan random sampling, yang terdiri dari 10 orang siswa untuk uji coba lapangan utama dan 24 orang siswa untuk uji lapangan operasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket. Angket ini digunakan untuk menilai modul yang dikembangkan dari segi kelengkapan modul, isi materi maupun tampilan fisik modul. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada uji coba lapangan utama modul pengembangan kepribadian bagi siswa kelas X SMA termasuk dalam kategori baik. Setelah dilakukan revisi, modul hasil pengembangan termasuk dalam kategori sangat baik pada uji lapangan operasional. Dengan demikian, modul pengembangan kepribadian bagi siswa kelas X SMA hasil pengembangan ini layak digunakan oleh siswa.
Kata kunci: Pengembangan Modul, Pengembangan Kepribadian
Contoh Abstrak Ketiga

B.       Kata Pengantar
Dalam sebuh karya tulis, baik ilmiah, non ilmiah maupun populer, adanya kata pengantar yang hal ini merupakan faktor yang penting. Kata pengantar ini sama pentingnya dengan daftar isi, daftar pusaka, biografi penulis dan faktor lainnya. Karena makalah akan dirasa baik dan lengkap apabila disertai dengan ucapan kata pengantar di dalamnya.
Kata pengantar ialah halaman yang berisi ucapan-ucapan dari si penulis atas selesainya penulisan karya tulis tersebut baik tentang ucapan rasa syukur, ucapan rasa terima kasih, tujuan dan manfaat penulisan serta kritik dan saran yang membangun. Kata pengantar terbagi dalam 3 bagian yaitu pembukaan isi dan penutup.
Dalam kata pengantar harus mengandung beberapa unsur, yang diantaranya yaitu:
a.         Berisi ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,
b.         Penjelasan mengenai adanya tugas penulisan karya ilmiah,
c.         Penjelasan tentang pelaksanaan penulisan karya ilmiah,
d.        Penjelasan adanya bantuan, bimbingan dan arahan dari pihak-pihak yang dianggap membantu. Seperti kepada seseorang, sekelompok orang atau organisasi/lembaga,
e.         Ucapan terima kasih kepada seseorang/lembaga yang membantu,
f.          Penyebutan nama kota, tanggal, bulan, tahun dan nama lengkap penulis tanpa dibubuhi tanda tangan,
g.         Harapan penulis atas karangan tersebut,
h.         Dan manfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima kritik dan saran.
CONTOH KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, rahmat serta karunia-Nya, Penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul: TINJAUAN HUKUM TENTANG KERAHASIAAN PESAN ELEKTRONIK YANG TELAH DIGANTI OLEH ORANG YANG TIDAK BERHAK DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK. 
Skripsi ini ditujukan untuk memenuhi salah satu persyaratan ujian guna memperoleh gelar Sarjana Hukum (S.H) pada Jurusan Ilmu Hukum Pidana pada Fakultas Hukum Universitas 10 November Kendari. 
Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna, dan banyak kekurangan baik dalam metode penulisan maupun dalam pembahasan materi. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan kemampuan Penulis. Sehingga Penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun mudah-mudahan dikemudian hari dapat memperbaiki segala kekuranganya. 
Dalam penulisan skripsi ini, Penulis selalu mendapatkan bimbingan, dorongan, serta semangat dari banyak pihak. Oleh karena itu Penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pembimbing yang terhormat, yakni Yth. Bapak Dr. Anthon S.H., M.Hum., selaku Dosen Pembimbing, yang telah meluangkan waktunya, tenaga dan pikirannya untuk membimbing Penulis dalam penulisan skripsi ini, selain pembimbing Penulis juga ingin mengucapkan banyak rasa terima kasih kepada:
1.        Yth. Bapak Dr. Ir. Eddy, M.Sc, selaku Rektor Universitas 10 November
2.        Yth. Bapak Prof . Dr. H . R. Salman S, S.H., selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas 10 November;
3.        Yth. Ibu Hetty, S.H., selaku Ketua Jurusan Ilmu Hukum Universitas 10 November;
4.        Yth. Bapak Budi Fitriadi, S.H., M.Hum., selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas 10 November;
5.        Yth. Ibu Arinita S.H., M.Hum, selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas 10 November;
6.        Yth. Ibu Rahmani Puspita, S.H., M.Hum., selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas 10 November;
7.        Yth. Ibu Wulansari, S.H, selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas 10 November;
8.        Yth. Ibu Maulin, S.H, M.Hum., selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas 10 November;
9.        Yth. Bapak Suharimi, S.H., M.Hum., selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas 10 November;
10.    Yth. Ibu Rika Rossilawati R, A.Md., selaku Staf Sekretariat Fakultas Hukum Universitas 10 November;
11.    Seluruh Staf Dosen dan Karyawan Fakultas Hukum Universitas 10 November.
12.    Kedua orangtua yang telah memberikan dorongan dan doa sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
13.    Buat kakak-kakak Qu yang selalu mendukung dan membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.
14.    Buat temen-temen angkatan 2005, khususnya Wari, Novi, Krok, Merlin, Ichal, Rikka, Paskal, Billy Andri, palma, Doni.
Akhirnya, Penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak dan apabila ada yang tidak tersebutkan Penulis mohon maaf, dengan besar harapan semoga skripsi yang ditulis oleh Penulis ini dapat bermanfaat khususnya bagi Penulis sendiri dan umumnya bagi pembaca. Bagi para pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini semoga segala amal dan kebaikannya mendapatkan balasan yang berlimpah dari Tuhan YME, Amiiin.
Kendari, Juli 20.

Penulis


C.      Daftar Isi
Daftar isi berfungsi sebagai pencantuman urutan isi karangan. Isi karangan disusun berdasarkan bab yang terdapat di dalam karangan tersebut disertai urutan halamannya secara benar. Penulisan kata pada "halaman 1" terdapat pada sudut kanan atas dengan huruf kecil seluruhnya. Daftar isi pun ditulis pada halaman tersendiri, seperti kata pengantar.
CONTOH DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………….. i
HALAMAN PERSETUJUAN ……………………………………. ii
HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN ………iii
PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI …………………. iv
ABSTRAKSI …………………………………………………………….v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN …………………………………vi
KATA PENGANTAR ………………………………………………..vii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………x
DAFTAR TABEL……………………………………………………..xiv
DAFTAR GAMBAR ………………………………………………..xv
DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………xvi
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………..1
1.1. Latar Belakang ………………………………………………… 1
1.2. Rumusan Masalah …………………………………………..5
1.3. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian …………6
1.3.1. Tujuan Penelitian ………………………………………….6
1.3.2. Manfaat Penelitian ……………………………………… 7
1.4. Sistematika Penulisan …………………………………….7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA …………………………… 9
2.1. Landasan Teori………………………………………………. 9
2.1.1. Kualitas Pelayanan ……………………………………… 9
2.1.1.1. Dimensi Kualitas Layanan …………………… 11
2.1.2. Pemasaran Jasa …………………………………….. 15
2.1.3. Kepuasan Pelanggan / Konsumen ………………… 18
2.2. Hubungan Antar Variabel ………………………… 23
2.2.1. Hubungan Tangible dengan Kepuasan Konsumen…. 23
2.2.2. Hubungan Reliability dengan Kepuasan Konsumen….. 24
2.2.3. Hubungan Responsiveness dengan Kepuasan Konsumen … 26
2.2.4. Hubungan Assurance dengan Kepuasan Konsumen……. 28
2.2.5. Hubungan Emphaty dengan Kepuasan Konsumen……. 30
2.3. Penelitian Terdahulu ……………………………………… 32
2.4. Kerangka Pemikiran Teoritis ………………………….. 33
BAB III METODE PENELITIAN………………………. 34
3.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional….. 34
3.1.1. Variabel Penelitian …………………………………… 34
3.1.2. Definisi Operasional…………………………………. 35
3.2. Penentuan Sampel ……………………………………. 38
3.2.1. Populasi dan Sampel…………………………………. 38
3.2.2. Teknik Pengambilan Sampel …………………….. 39
3.3. Jenis dan Sumber Data………………………………… 40
3.3.1. Teknik Pengumpulan Data……………………….. 40
3.4. Teknik Pengolahan Data ……………………………. 41
3.4.1. Analisis Kualitatif ………………………………. 41
3.4.2. Analisis Kuantitatif …………………………. 42
3.5. Teknik Analisis Data………………………….. 43
3.5.1. Uji Reliabilitas dan Validitas…………….. 43
3.5.1.1. Uji Reliabilitas …………………………… 43
3.5.1.2. Uji Validitas …………………………………. 43
3.5.2. Uji Asumsi Klasik ………………………… 44
3.5.2.1. Uji Multikolonieritas…………………. 44
3.5.2.2. Uji Heteroskedastisitas……………… 45
3.5.2.3. Uji Normalitas…………………………. 46
3.5.3. Analisis Regresi Linier Berganda….. 46
3.5.4. Uji Hipotesis……………………………….. 47
3.5.4.1. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)….. 47
3.5.4.2. Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji t) .. 48
3.5.4.3. Uji Koefisien Determinasi (R2)……………. 49
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN…………. 50
4.1. Deskripsi Objek Penelitian………………………… 50
4.1.1. Gambaran Umum Perusahaan………………… 50
4.1.1.1. Sejarah Berdirinya Perusahaan ……………. 50
4.1.1.2. Struktur Organisasi…………………………….. 52
4.1.1.3. Fasilitas yang Ditawarkan oleh Perusahaan…… 56
4.1.2. Gambaran Umum Responden ……………………….. 58
4.1.2.1. Responden Menurut Jenis Kelamin …………….. 58
4.1.2.2. Responden Menurut Umur…………………………. 59
4.1.2.3. Responden Menurut Pekerjaan ………………….. 60
4.1.2.4. Responden Menurut Pendapatan ………………. 61
4.1.2.5. Frekuensi Kunjungan Responden ……………….. 61
4.2. Analisis Indeks Tanggapan Responden ………………. 62
4.2.1. Indeks Tanggapan Responden Mengenai Bukti Fisik ……. 63
4.2.2. Indeks Tanggapan Responden Mengenai Kehandalan ….. 66
4.2.3. Indeks Tanggapan Responden Mengenai Daya TanggaP……. 68
4.2.4. Indeks Tanggapan Responden Mengenai Jaminan …….. 70
4.2.5. Indeks Tanggapan Responden Mengenai Kepedulian ……. 72
4.2.6. Indeks Tanggapan Responden Mengenai Kepuasan ……… 74
4.3. Hasil Analisis Data ……………………………………….. 75
4.3.1. Uji Validitas dan Reliabilitas ……………………… 75
4.3.1.1. Uji Validitas ……………………………………………… 75
4.3.1.2. Uji Reliabilitas …………………………………… 76
4.3.2. Uji Asumsi Klasik ……………………………………….. 77
4.3.2.1. Uji Normalitas …………………………………………… 77
4.3.2.2. Pengujian Multikolonieritas ……………………….. 78
4.3.2.3. Pengujian Heteroskedastisitas …………………. 79
4.3.3. Analisis Regresi Linier Berganda ………………. 80
4.3.4. Pengujian Hipotesis ………………………………….. 82
4.3.4.1. Uji t (Pengujian Hipotesis Secara Parsial) …… 82
4.3.4.2. Uji F ………………………………………………………. 85
4.3.4.3. Koefisien Determinasi …………………………….. 85
4.4. Pembahasan …………………………………………….. 86
BAB V PENUTUP ………………………………………. 92
5.1. Kesimpulan ……………………………………………… 92
5.2. Keterbatasan Penelitian …………………………… 94
5.3. Saran ……….. ……………………………………….. 94
5.3.1 Saran Untuk Perusahaan …………………….. 94
5.3.2 Saran Untuk Penelitian Mendatang ………… 98
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………….. 100
LAMPIRAN-LAMPIRAN………………………………………….103

D.      Daftar Tabel
Berisi daftar tabel-tabel yang terdapat dalam laporan penelitian.
CONTOH DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL                                                                                                 Halaman
TABEL 1.1 : Orisinalitas Penelitian .......................................................................... 12
TABEL 2.1 : Pemetaan standar kompetensi .............................................................. 40
TABEL 2.2 : Ciri-ciri Lima Jenjang Afektif............................................................... 48
TABEL 2.3 : Contoh Format Penilaian Sikap dalam Praktek Merawat Jenazah....... 51
TABEL 2.4 : Contoh instrument Skala Likert ........................................................... 55
TABEL 2.5: Contoh instrumen Skala Thurstone ....................................................... 55
TABEL 2.6 : Contoh Isi Buku Catatan Harian ......................................................... 59
TABEL 4.1 : Data Guru Pendidikan Agama Islam MAN Kota Kediri 3 ................. 79

E.       Daftar Gambar
Berisi daftar gambar-gambar yang terdapat dalam laporan penelitian.
CONTOH DAFTAR GAMBAR
DAFTAR GAMBAR                                                                                         Halaman
Gambar 2.1 : Iktisar Teknik Pengumpulan Informasi ................................................ 36
Gambar 3.1 : Analisis Data Model Miles & Huberman ............................................. 73
Gambar 4.1 : Teknik Penilaian afektif Guru PAI di MAN Kota Kediri 3 ................ 99
Gambar 4.2 : Alur Pengelolaan Hasil Penilaian Afektif Guru PAI 
MAN Kota Kediri 3 ......................................................................... 102
Gambar 4.3 : Pemanfaatan Penilaian Afektif Guru PAI MAN Kota Kediri 3 ....... 102

F.       Daftar Lampiran
Berisi daftar lampiran yang terdapat dalam laporan penelitian.
CONTOH DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran I.       Hasil Wawancara Penelitian
Lampiran II.      Pedoman Penilaian MAN Kota Kediri 3
Lampiran III.    RPP mata pelajaran PAI MAN Kota Kediri 3
Lampiran IV.    Daftar nilai siswa
Lampiran V.       Nota Konsultasi
Lampiran VI.    Surat keterangan Penelitian
Lampiran VII.   Daftar Riwayat Hidup



Sumber Pustaka
http://banjirembun.blogspot.com/2014/10/contoh-daftar-tabel-daftar-gambar-dan.html