Tampilkan postingan dengan label Penelitian Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juli 2018

LAPORAN PERKEMBANGAN KE-2 TUGAS AKHIR


LAPORAN PERKEMBANGAN KE-2 TUGAS AKHIR
Perkuliahan Ke-13
Nama             : Muhammad Yusuf Alwi
NIM               : E1B015031
E-mail            : yusufalwi24@gmail.com
No. Hp.          : 082340493210

BAB II
LANDASAN TEORI
A.      KAJIAN TEORI
1.      Tinjauan Tentang Penilaian
a.         Pengertian Penilaian
·         Pengertian menurut M. Ngalim Purwanto (2010: 3): Evaluation is a systematic process determining the extent to which instructional objectives are achieved by pupils. Kalimat tersebut menjelaskan bahwa penilaian adalah suatu proses dalam mengumpulkan informasi dan membuat keputusan berdasarkan informasi tersebut.
·         Pengertian menurut  Zaenal Arifin (2009: 2): Penilaian merupakan suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik dalam rangka membuat keputusan-keputusan berdasarkan kriteria dan pertimbanagan tertentu.
·         Pengertian menurut Griffin dan Nix (dalam Mimin Haryati 2009: 15): penilaian adalah suatu pernyataan berdasarkan sejumlah fakta untuk menjelaskan tentang karakteristik seseorang atau sesuatu.
·         Menurut Haryati (2009:15): Penilaian (assessment) merupakan istilah yang mencakup semua metode yang biasa dipakai untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa
·         dengan cara menilai unjuk kerja individu peserta didik atau kelompok
b.        Tujuan Penilaian dalam Pembelajaran
·         Tujuan menurut Kuseri dan Suprananto (2012: 9): Penelusuran (keeping track), pengecekan (cheking-up), pencarian (finding out), dan penyimpulan (summing-up).
c.         Fungsi Penilaian dalam Pembelajaran
·         Fungsi menurut M. Ngalim Purwanto (2010: 5-7): untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah mengalami atau melakukan kegiatan belajar selama jangka waktu tertentu dan untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran.
d.        Prinsip Penilaian dalam Pembelajaran
·         Prinsip menurut Kuseri dan Suprananto (2012: 8-9): (1)Proses penilaian harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran, bukan bagian terpisah dari proses pembelajaran (part of, not a part from instruction); (2) Penilaian harus mencerminkan masalah dunia nyata (real world problem), bukan dunia sekolah (school work-kind problems); (3) Penilaian harus menggunakan berbagai ukuran, metode, dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar; dan (4) Penilaian harus bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (kognitif, afektif, dan sensori-motorik).
2.      Tinjauan Tentang Penilaian Diri
·         Andrade & Valtcheva (2009) menjelaskan penilaian diri sebagai suatu proses penilaian formatif dimana siswa melakukan refleksi terhadap kualitas pekerjaan mereka sendiri, membandingkan kualitas ketercapaian tersebut terhadap kriteria yang telah ditentukan, dan melakukan perbaikan terhadap pembelajarannya sendiri. Hal yang senada juga dikemukakan oleh Wilson & Win Jan (1998: 2) bahwa penilaian diri adalah tindakan memonitor tingkat pengetahuan sendiri, pembelajarannya, kemampuannya, pikirannya, tindakan dan strategi yang dipergunakan.
·         Di Amerikan Serikat dan Kanada, teknik penilaian yang sangat memiliki tujuan formatif adalah penilaian diri (Mistar, 2011). Penilaian diri memberi kesempatan yang besar kepada siswa terlibat dalam pembelajaran, membuat mereka lebih mengenali diri mereka sendiri, kompetensinya, cara mereka berfikir, strategi-strategi yang mereka telah lakukan, dan selanjutnya menentukan tujuan – tujuan yang ingin dicapai untuk meningkatkan pembelajarannya sehubungan dengan hasil refleksi dari pengenalan itu. Dengan demikian siswa dapat memahami bahwa membuat kesalahan adalah bagian dari proses belajar.
3.        Tinjaun Tentang Hasil Belajar Apektif
a.      Pengertian
·         Hasil belajar menurut Bloom (1976) mencakup prestasi belajar, kecepatan belajar, dan hasil afektif. Andersen (1981) sependapat dengan Bloom bahwa karakteristik manusia meliputi cara yang tipikal dari berpikir, berbuat, dan perasaan. Tipikal berpikir berkaitan dengan ranah kognitif, tipikal berbuat berkaitan dengan ranah psikomotor, dan tipikal perasaan berkaitan dengan ranah afektif. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, atau nilai. Ketiga ranah tersebut merupakan karakteristik manusia sebagai hasil belajar dalam bidang pendidikan.
·         Menurut Popham (1995), ranah afektif menentukan keberhasilan belajar seseorang. Orang yang tidak memiliki minat pada pelajaran tertentu sulit untuk mencapai keberhasilan belajar secara optimal. Seseorang yang berminat dalam suatu mata pelajaran diharapkan akan mencapai hasil pembelajaran yang optimal.
b.      Tingkat Ranah Apektif
·         Menurut Krathwohl (1961) bila ditelusuri hampir semua tujuan kognitif mempunyai komponen afektif. Dalam pembelajaran sains, misalnya, di dalamnya ada komponen sikap ilmiah. Sikap ilmiah adalah komponen afektif. Tingkatan ranah afektif menurut taksonomi Krathwohl ada lima, yaitu: receiving (attending), responding, valuing, organization, dan characterization.
4.        Tinjauan Tentang Penilian Diri Bebrbasis Google Form
·         Google form atau yag disebut google formulir adalah alat yang berguna untuk membantu anda merencanakan acara, mengirim survei, memberikan siswa atau orang lain kuis, atau untuk mengumpulkan informasi yang mudah dengan cara yang efisien (www.google.com/amp/idcloudhost.com).
·         Melalui google form memungkinkan guru untuk membuat instrumen penilaian diri.
·         Dalam pengisian intrumen penilaian diri berbasis google form membutuhkan koneksi internet.
·         Manfaat google form (www.google.com/amp/idcloudhost.com), yaitu distribusi dan tabulasi online dan real-time, real-time collaboration: 50 orang dapat bekerja dalam satu berkas dalam satu waktu, setiap perubahan disimpan secara otomatis, aman: menyimpan berkas penting atau tugas sekolah tidak takut hilang atau terkena virus.
5.        Tinjauan Tentang Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan
1.      Pengertian
·         Zaelani (2014) menjelaskan pengertian Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang ditumbuh kembangkan agar setiap warga negara menjadi warga negara yang baik (to be good citizens), yakni warga yang memiliki kecerdasan (civic intelligence) baik intelektual, emosional, sosial, maupun spiritual, memiliki rasa bangga dan tanggung jawab (civic responsibility), dan mampu berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara (civic participation) agar tumbuh rasa kebangsaan dan cinta tanah air.
·         Sementara itu, Djahiri (dalam Zaelani 2014) menjelaskan bahwa mata pelajaran PPKn merupakan mata pelajaran yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu menusia beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur serta memiliki pengetahuan dan keterampilan.
·         Menurut Permendiknas No. 22 Tahun 2006: Pendidikan kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibanny untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945”.
2.      Tujuan
·         Tujuan mata pelajaran PPKn berdasarkan Permendiknas No. 22 Tahun 2006 adalah sebagai berikut: a) Berpikir secara kritis, rasional dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan; b) Berpartisipasi aktif, bertanggung jawab dan bertindak scara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara; c) Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan pada karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya; dan d) Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
·         Sementara itu, Djahiri (dalam Zaelani 2014) menyatakan tujuan mata pelajaran PPKN adalah: a) Secara umum tujuan PKn harus mendukung keberhasilan pencapaian Pendidikan Nasional yaitu: Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu menusia beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur memiliki pengetahuan dan keterampilan kesehatan jasmani dan rohani kepribadian mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan;  dan b) Secara khusus PKn bertujuan untuk: membina moral yang diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu prilaku yang memancarkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Esa dalam masyarakat yang terdiri dari berbagai golongan agama, prilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku yang mendukung persatuan bangsa dan masyarakat yang beraneka ragam kebudayaan dan beraneka ragam kepentingan bersama di atas kepentingan perorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran pendapat kepentingan dapat diatasi melalui musyawarah mufakat serta prilaku yang mendukung upaya untuk mewujudkan upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
B.       KERANGKA BERPIKIR

Skema kerangka berpikir
 

Dari skema di atas, mejelaskan adakah pengarah teknik teknik penilain diri berbasis google form terhadap Hasil belajar apektif mata pelajaran PPKn

C.      HIPOTESIS
Berdasarkan kerangka berpikir di atas, maka hipotesis penelitian ini adalah ada pengaruh atas penggunaan teknik penilain diri berbasis google form terhadap Hasil belajar apektif mata pelajaran PPKn di kelas XI SMAN 4 Mataram.


LAPORAN PERKEMBANGAN KE-1 TUGAS AKHIR


LAPORAN PERKEMBANGAN KE-1 TUGAS AKHIR
Perkuliahan Ke-12
Nama             : Muhammad Yusuf Alwi
NIM               : E1B015031
E-mail            : yusufalwi24@gmail.com
No. Hp.          : 082340493210

BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Keadaan seharusnya
·         Tujuan Negara Republik Indonesia dalam Pembukaan UUD NRI 1945 pada aline keempat: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan mamajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
·         Pengertian Pendidikan Nasional yang termuat dalam UU No. 20 Tahun 2003: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
·         Fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional yang termuat dalam UU No. 20 Tahun 2003: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
·         Pengertian Evaluasi menurut Uni dan Koni (2012:3): evaluasi adalah proses pemberian makna atau ketetapan kualitas hasil pengukuran dengan cara membandingkan angka hasil pengukuran tersebut dengan kriteria tertentu.
·         Perubahan Kurikulum 2016 (KTSP) ke Kurikulum 2013 mengharuskan pembelajaran mencankup 3 aspek pembelajaran, yaitu pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), dan sikap (apektif).
·         Sistem peniliain dalam Kurikulum 2013 harus mencankup pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), dan sikap (apektif).
·         Salah satu cara penilaian sikap dilakukan melalui penilaian diri.
·         Penilaian diri bisa dilakukan melalui basis google form.
Keadaan sebenarnya
Studi pendahuluan dilakukan: Selasa, 08 Mei 2018
·         Guru PPKn di kelas XI IPA 2 SMAN 4 Mataram tidak menerapkan sistem penilaian yang mencangkup aspek pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), dan sikap (apektif).
·         Guru PPKn di kelas XI IPA 2 SMAN 4 Mataram hanya melakukan penialaian yang mencangkup aspek pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotorik).
·         Guru PPKn di kelas XI IPA 2 SMAN 4 Mataram tidak pernah melakukan penialain menggunakan penilaian diri.
Solusi
Untuk mengatasi kesenjangan, dilakukan penelitian berjudul “PENGARUH TEKNIK PENILAIAN DIRI BERBASIS GOOGLE FORM PADA HASIL BELAJAR APEKTIF PPKn KELAS XI SMAN 4 MATARAM.”
B.       RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: apakah ada pengaruh teknik penilaian diri berbasis google form pada hasil belajar apektif PPKn kelas XI IPA 2 SMAN 4 Mataram?
C.      TUJUAN PENELITIAN
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh teknik penilaian diri berbasis google form pada hasil belajar apektif PPKn kelas XI IPA 2 SMAN 4 Mataram.
D.      MANFAAT PENELITIAN
1.         Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pikiran dalam pengembangan evaluasi pembelajaran pada ranah apektif (sikap) khususnya terkait teknik penilaian diri berbasis google form pada mata pelajaran PPKn di sekolah.
2.         Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan dapat dijadikan salah satu teknik evaluasi pada ranah apektif (sikap) dalam pembelajaran khususnya terkait teknik penilaian diri berbasis google form pada mata pelajaran PPKn di sekolah.
3.         Bagi Guru
Guru dapat merancang dan menggunakan teknik penilaian diri berbasis google form pada mata pelajaran PPKn di sekolah untuk mengukur hasil belajar apektfi (sikap) siswa sesuai dengan kenyataan yang ada.
4.         Bagi Sekolah
Dapat memberikan perkembangan untuk melihat hasil pembelajaran khususnya pada hasil belajar apektif (sikap) yang berimplikasi pada peningkatan mutu sekolah.

Senin, 18 Juni 2018

TUGAS 9: PENELITIAN EKDPERIMEN DAN LAPORAN PENELITIAN


TUGAS 9
(Rabu, 16 Mei 2018)
Nama             : Muhammad Yusuf Alwi
NIM               : E1B015031
E-mail            : yusufalwi24@gmail.com
No. Hp.          : 082340493210
PENELITIAN EKDPERIMEN DAN LAPORAN PENELITIAN
A.      Penelitian Eksperimen
1.         Pengertian Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari “sesuatu” yang dikenakan pada subjek selidik. Dengan kata lain penelitian eksperimen mencoba meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat. Caranya adalah dengan membandingkan satu atau lebih kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak menerima perlakuan.
Secara umum di dalam pembicaraan penelitian dikenal adanya dua penelitian eksperimen yaitu: eksperimen betul (true experiment) dan eksperimen tidak betul-betul tetapi hanya mirip eksperimen. Itulah sebabnya maka penelitian yang kedua ini dikenal sebagai “penelitian pura-pura” atau quasi experiment. Sebagai ciri-ciri untuk penelitian eksperimen yang dikatakan sebagai eksperimen betul adalah hal-hal yang disebutkan apabila persyaratan­-persyaratan seperti yang dikehendaki dapat terwujud.
Adapun persyaratan dikehendaki adalah sebagai berikut:
1.        Kondisi-kondisi yang ada di sekitar atau yang diperkirakan mempengaruhi subjek yang digunakan untuk eksperimen “seyogianya disingkirkan”, sehingga apabila perlakuan selesai dan ternyata ada perbedaan antara hasil pada kelompok eksperimen dengan kelompok pembanding maka perbedaan hasil ini merupakan akibat dari adanya perlakuan.
2.        Terdapat kelompok yang tidak diberi perlakuan yang difungsikan sebagai pembanding bagi kelompok yang diberi perlakuan. Pada akhir eksperimen, hasil pada kedua kelompok dibandingkan. Perbedaan hasil akan merupakan efek dari pemberian perlakuan pada kelompok eksperimen.
3.        Sebelum dilaksanakan eksperimen dilakukan kondisi kedua kelompok diusahakan sama sehingga paparan tentang hasil akhir dapat betul-betul merupakan hasil ada dan tidaknya perlakuan.
4.        Apabila penelitian eksperimen dilakukan terhadap orang, diharapkan bahwa anggota kelompok eksperimen maupun kelompok pembanding tidak terpengaruh akan status mereka sehingga hasil eksperimen tidak terkena ­Hawthorne effectl dan atau John Henry effect.
2.         Karakeristik
a.         Adanya kelompok kontrol sebagai data dasar (base line) untuk dibandingkan dengan kelompok eksperimen.
b.        Penelitian ini memusatkan diri pada pengontrolan variansi, untuk memaksimalkan variansi variabel yang berkaitan dengan hipotesis penelitian, meminimalkan variansi variabel pengganggu yang mungkin mempengaruhi hasil eksperimen, tetapi tidak menjadi tujuan penelitian. Di samping itu, penelitian ini meminimalkan variansi kekeliruan, termasuk kekeliruan pengukuran. Untuk itu, sebaiknya pemilihan dan penentuan subjek, serta penempatan subjek dalarn kelompok-kelompok dilakukan secara acak.
c.         Validitas internal (internal validity) mutlak diperlukan pada rancangan penelitian eksperimen, untuk mengetahui apakah manipulasi eksperimen yang dilakukan pada saat studi ini memang benar-benar menimbulkan perbedaan.
d.        Validitas eksternalnya (external validity) berkaitan dengan bagaimana kerepresentatifan penemuan penelitian dan berkaitan pula dengan menggeneralisasikan pada kondisi yang sama.
e.         Semua variabel penting diusahakan konstan, kecuali variabel perlakuan yang secara sengaja dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi.
3.         Proses Penyusunan
a.       Melakukan kajian secara induktif yang berkaitan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan
b.      Mengidentifikasikan permasalahan
c.       Melakukan studi litelatur yang relevan, mempormulasikan hipotesis penelitian, menentukan definisi operasional dan variabel.
d.      Membuat rencana penelitian mencakup: identifikasi variabel yang tidak diperlukan, menentukan cara untuk mengontrol variabel, memilih desain eksperimen yang tepat, menentukan populasi dan memilih sampel penelitian, membagi subjek ke dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, membuat instrumen yang sesuai, mengidentifikasi prosedur pengumpulan data dan menentukan hipotesis.
e.       Melakukan kegiatan eksperimen (memberi perlakukan pada kelompok eksperimen)
f.       Mengumpulkan data hasil eksperimen
g.      Mengelompokan dan mendeskripsikan data setiap variabel
h.      Melakukan analisis data dengan teknik statistika yang sesuai
i.        Membuat laporan penelitian eksperimen.

B.       Laporan Penelitian
1.         Pengertian Laporan Penelitian
Laporan penelitian adalah tahap akhir proses penelitian dimana peneliti menuliskan dan menyampaikan hasil risetnya dalam bentuk karya ilmiah. Secara spesifik, laporan penelitian dapat dibedakan ke dalam beberapa bentuk sebagai berikut:
a.              Laporan riset yang ditulis untuk lembaga atau instansi tertentu.
b.             Laporan riset yang ditulis untuk menuhi tugas sekolah atau kuliah seperti paper, skripsi, tesis, disertasi.
c.              Laporan riset yang ditulis untuk jurnal akademik.
d.             Laporan riset yang ditulis untuk media populer seperti koran dan majalah.
Berbagai bentuk laporan yang berbeda-beda tersebut menyiratkan pesan bahwa pengertian laporan riset selalu tersamar atau luas untuk dipahami. Kita baru bisa mendapatkan definisi laporan penelitian yang spesifik dengan terlebih dahulu menjawab pertanyaan semacam ”laporan penelitian yang ditulis untuk keperluan apa?”
Memang, semua laporan penelitian perlu memenuhi standar kaidah ilmiah. Laporan untuk media populer sekalipun harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Oleh karena itu, kaidah ilmiah menjadi unsur yang diperlukan dalam setiap laporan.
2.         Skripsi
Skripsi dapat diartikan sebagai karya tulis yang disusun oleh seorang mahasiswa yang telah menyelesaikan kurang lebih 135 sks dengan dibimbing oleh dosen Pembimbing utama dan dosen pembimbing sebagai salah satu persyaratanuntuk mencapai gelar pendidikan S-1.
Ada beberapa pengertian lain dari skripsi:
a.         Skripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan dan atau studi kepustakaan yang disusun mahasiswa sesuai dengan bidangstudinya sebagai tugas akhir dalam studi formalnya di Perguruan Tinggi. Skripsi dalam dunia pendidikan berarti suatu hasil penyusunan tulisanilmiah yang telah dibuktikan kebenarannya berdasarkan data – data yang telahdikumpulkan dan tentunya data yang dikumpulkan diolah untuk kemudianmenjadi data yang valid sebagai bahan acuan buat membuktikan kebenaran suatutulisan tersebut.
b.        Skripsi adalah laporan tertulis hasil penelitian yang dilakukan olehmahasiswa dengan bimbingan Dosen Pembimbing Skripsi untuk dipertahankan dihadapan Penguji Skripsi sebagai syarat untuk memperoleh derajat SarjanaSkripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian yangdilakukan oleh seorang mahasiswa sebagai tugas akhir untuk memperoleh gelar sarjana. Berdasarkan definisi awam yang dirumuskan skripsi mengandungkomponen pengertian berikut : Karya tulis, Ilmiah, Hasil Penelitian, Dilakukanoleh mahasiswa, Berkualifikasi sarjana(Rahyono Fx, 2010:23).
c.         Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikansuatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yangmembahas suatu permasalahan / fenomena dalam bidang ilmu tertentu denganmenggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. Skripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan dan atau studi kepustakaan yang disusunmahasiswa sesuai dengan bisang studinya sebagai tugas akhir dalam studiformalnya di Perguruan Tinggi.Skripsi adalah karya ilmiah yang ditulis mahasiswa program S-1 yangmembahas topik atau bidang tertentu berdasarkan hasil kajian pustaka yang ditelitioleh para ahli, hasil penelitian lapangan atau hasil pengembangan atau eksperimen(Munslich Mansnur, 2009: 4)
3.         Format Laporan Penelitian (Dalam Bentuk Skripsi)
Lembar Halaman Judul
Lembar Halaman Pengesahan
Lembar Halaman Kata Mutiara
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel (kalau ada)
Daftar Grafik (kalau ada)
Daftar Gambar (kalau ada)
Daftar Lampiran(Kalau ada)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
1.2.Pokok Masalah
1.3.Batasan Masalah
1.4.Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.5.Hipotesis
BAB II
LANDASAN TEORI
Beisikan Teori-teori yang akan digunakan dalam penelitian
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
2.1. Waktu dan tempat penelitian
2.2.Jenis Data Yang Dikumpulkan
2.3.Metode Pengumpulan Data
2.4.Metode Pengolahan Data
2.5.Metode analisa
2.6.Metode Kesimpulan
2.7.Kerangka Pemecahan Masalah (Dalam Bentuk Flowchart)
BAB IV
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA DAN DESAIN SYSTEM
3.1.Pengumpulan Data
3.2.Pengolahan Data Atau Desain System
BAB V
ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB VI
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
4.2.saran
DAFTAR PUSTAKA
Lampiran


Sumber Pustaka
Kerlinger. 2006. Asas-asas Penelitian Behavioral Edisi Ketiga. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
https://machdarhelmi.wordpress.com/2014/11/28/pengertian-skripsi-tesis-disertasi-karangan-ilmiah-populer-jurnal/